Syaiful Ramadhan Usulkan Jalur Car Free Day Diperpanjang hingga Istana Maimun dan Masjid Raya
BHINNEKANEWS, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, Syaiful Ramadhan, mengusulkan agar pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kota Medan diperluas hingga kawasan Istana Maimun dan Masjid Raya Al-Mashun. Menurutnya, perluasan jalur tersebut akan memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata, ekonomi, dan pelestarian kawasan heritage Kota Medan.
Usulan tersebut disampaikan Syaiful Ramadhan kepada Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, saat audiensi Panitia Khusus (Pansus) Aset DPRD Kota Medan bersama Pemerintah Kota Medan.
Menurut Syaiful, kawasan Istana Maimun dan Masjid Raya merupakan dua ikon bersejarah yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan religi yang tinggi sehingga layak menjadi bagian dari jalur Car Free Day.
“Kawasan Istana Maimun dan Masjid Raya merupakan destinasi wisata sejarah dan religi yang menjadi kebanggaan Kota Medan. Jika jalur CFD diperpanjang hingga ke sana, masyarakat akan memiliki ruang publik yang lebih luas untuk berolahraga, berinteraksi, sekaligus mengenal lebih dekat warisan budaya Kota Medan,” ujar Syaiful kepada wartawan, Rabu (10/6/2026).
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai pelaksanaan Car Free Day selama ini telah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Oleh karena itu, pengembangan jalur dinilai penting agar manfaat kegiatan tersebut dapat dirasakan lebih luas.
Selain menjadi ruang aktivitas olahraga dan rekreasi keluarga, menurutnya, perluasan CFD juga akan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pedagang kuliner, serta pelaku seni budaya yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Semakin banyak masyarakat yang datang, tentu akan membuka peluang bagi UMKM, pedagang kuliner, maupun pelaku seni budaya untuk berkembang. Pada saat yang sama, kawasan heritage Kota Medan juga akan semakin dikenal masyarakat,” katanya.
Syaiful yang juga menjabat Sekretaris Komisi I DPRD Kota Medan berharap Pemerintah Kota Medan dapat mengkaji usulan tersebut secara menyeluruh, termasuk dari aspek rekayasa lalu lintas, keamanan, kenyamanan masyarakat, dan kesiapan infrastruktur pendukung.
“Harapan kami, Car Free Day tidak hanya menjadi agenda olahraga mingguan, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata, pelestarian budaya, dan penguatan ekonomi masyarakat. Istana Maimun dan Masjid Raya merupakan aset berharga Kota Medan yang perlu lebih dekat dengan masyarakat,” ujarnya.
Usulan tersebut mendapat perhatian dari Wali Kota Medan dan diharapkan dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam pengembangan konsep Car Free Day yang lebih inklusif, representatif, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Kota Medan.
Melalui pengembangan jalur tersebut, diharapkan Car Free Day tidak hanya menjadi ruang aktivitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas budaya dan sejarah Kota Medan kepada masyarakat maupun wisatawan.
