Trail of The Kings 2025 akan Digelar di Samosir pada 17-19 Oktober yang di Ikuti oleh 28 Negara.

Trail of The Kings 2025 akan Digelar di Samosir pada 17-19 Oktober yang di Ikuti oleh 28 Negara.

Samosir bhinnekanews id.

Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menjelaskan latar belakang penyelenggaraan Trail of The Kings didasari penelitian bahwa Kabupaten Samosir merupakan awal peradaban Batak pada Konferesi pers rabu (08/10) di Aula kantor Bupati Samosir.

“Secara historis dan berdasarkan keberadaan situs-situs budaya, posisi Samosir dinilai tak tertandingi sebagai pusat warisan peradaban Batak.
Menurutnya, agenda ini bukan sekadar ajang olahraga lintas alam, tetapi juga sarana edukasi, informasi, dan promosi ekonomi bagi masyarakat Samosir.
Para peserta akan menyusuri bukit-bukit terjal, alam indah, dan hutan di Samosir. Tahun ini diikuti 1.081 peserta dari 28 negara. Ini momentum besar untuk memperkenalkan Samosir ke dunia,” ujar Ariston.

Ia menegaskan, pelaksanaan event ini diharapkan berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat, khususnya sektor UMKM, pariwisata, dan pelaku usaha lokal lainnya.

Pemerintah daerah menyediakan tenda-tenda bagi pelaku UMKM. Ariston juga menekankan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga keamanan, kenyamanan, serta kebersihan lingkungan selama kegiatan.
“Kita harus menyambut tamu-tamu yang datang ke Samosir dengan baik. Jika ada kekurangan, mari kita koreksi bersama. Fungsi edukasi dan kebersamaan dalam pembangunan harus dimaksimalkan,” katanya.

Baca Juga:  Kantor Pertanahan Kabupaten Deli Serdang Sampaikan Ucapan Selamat Natal 2025, Ajak Masyarakat Pererat Kedamaian dan Cinta Kasih

Pada kesempatan ini Kadis Pariwisata Tetty Naibaho mengatakan: Anggaran kegiatan Trail of The Kings 2025 sebesar Rp 3,5 miliar diberikan oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Rp 1 miliar dari Pemerintah Kabupaten Samosir. Kemudian, hosting fee sebesar Rp3,5 miliar ke event organizer.
Tetty Naibaho juga mengatakan beberapa pihak seperti Bank Sumut dan pengusaha hotel turut berpartisipasi melalui bantuan tenda dan potongan harga bagi peserta.
Selain itu, Trail of The Kings merupakan ajang resmi yang berpusat di Prancis dan tahun ini menjadi pertama kali digelar di Indonesia dengan Kabupaten Samosir sebagai tuan rumah.
“Tahun lalu kita lolos seleksi dan dipercaya menjadi tuan rumah hingga 2027, setelah penandatanganan kontrak bersama Gubernur Sumut di Medan pada 18 Juni lalu,” tuturnya.

Sementara itu, Asisten II Setdakab Samosir, Hotraja, menyampaikan bahwa persiapan pelaksanaan sudah mencapai tahap akhir. Berbagai aspek logistik dan keamanan sedang dimatangkan agar pelaksanaan berjalan lancar.
Mengenai pengamanan ternak peliharaan, seperti anjing, sudah mulai disosialisasikan ke masyarakat agar tidak berkeliaran. Satpol PP sendiri telah mempersiapkan kerangkeng jika ada ternak yang berkeliaran.
“Nanti jika masih ada yang berkeliaran akan kita kerangkeng ternaknya,” tuturnya.

Baca Juga:  Kantah Deli Serdang Gelar Coaching Clinic untuk Percepatan Layanan Peralihan Hak

Dari sisi kemitraan media, Kadis Kominfo Samosir, Immanuel Sitanggang, menyebutkan bahwa Pemkab Samosir menjalin kerja sama dengan jurnalis lokal untuk mendukung publikasi kegiatan, edukasi masyarakat, serta memastikan informasi yang akurat selama pelaksanaan event.
“Tidak ada ID Card khusus, semua bisa ikut liputan,” ujarnya.

Secara makro, Pemkab menilai penyelenggaraan Trail of The Kings akan memberikan dampak signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Samosir, dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan perputaran uang dari sektor wisata dan konsumsi peserta.
Sementara secara mikro, manfaat langsung diharapkan dirasakan oleh masyarakat melalui peningkatan pendapatan usaha, dengan melibatkan tenaga kerja lokal.(RH).

Redaksi Bhinneka News

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *