GEMES 2026 Disorot, Anggaran Rp2,5 Miliar Jadi Perhatian
BHINNEKANEWS, MEDAN – Pelaksanaan Gelar Melayu Serumpun (GEMES) IX Tahun 2026 di Lapangan Merdeka Medan, Sabtu (27/6/2026) malam, mendapat perhatian dari masyarakat. Selain besarnya anggaran yang mencapai sekitar Rp2,5 miliar, konsep acara juga dinilai masih belum banyak berubah dari tahun-tahun sebelumnya.
Sejumlah warga yang datang mengaku senang bisa menyaksikan pertunjukan budaya Melayu. Namun, mereka berharap penyelenggaraan GEMES ke depan bisa dibuat lebih menarik agar semakin banyak masyarakat yang datang, terutama kalangan anak muda.
“Setiap tahun rasanya hampir sama. Tidak ada yang benar-benar baru,” kata salah seorang pengunjung.
Menurutnya, dengan anggaran miliaran rupiah, seharusnya ada sesuatu yang berbeda dari penyelenggaraan tahun ini. Misalnya, lebih banyak melibatkan komunitas seni, menampilkan konsep yang lebih kreatif, hingga memberikan ruang lebih luas bagi pelaku UMKM.
Selain itu, fasilitas di lokasi juga menjadi keluhan. Pantauan di Lapangan Merdeka menunjukkan jumlah toilet umum masih terbatas. Beberapa toilet portabel juga terlihat tidak memiliki pengunci pintu yang berfungsi.
“Kalau di sini cuma dua itu saja toilet untuk umum, Bang. Begitulah kondisinya. Kalau yang dekat stadion ada juga, tapi khusus VIP,” ujar seorang petugas Satpol PP.
Di sisi lain, besarnya anggaran penyelenggaraan GEMES juga menjadi perhatian publik. Berdasarkan data di laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Medan, paket penyelenggaraan GEMES 2026 memiliki pagu anggaran sekitar Rp2,5 miliar.
Praktisi hukum Alansyah Putra Pulungan, SH, mengatakan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara diharapkan dapat menyampaikan perkembangan penanganan laporan dugaan penyimpangan anggaran GEMES tahun 2025 yang sebelumnya telah dilaporkan.
“Patut diduga dan dicurigai ada sesuatu yang janggal dalam penanganan dugaan korupsi penyelenggaraan GEMES tahun lalu. Sampai sekarang belum ada hasil pemeriksaan yang disampaikan kepada publik, sementara kegiatan yang sama kembali dianggarkan dan digelar,” ujarnya.
Ia berharap aparat penegak hukum dapat menangani laporan tersebut secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat.
Masyarakat berharap berbagai masukan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Pemerintah Kota Medan. Dengan anggaran yang cukup besar, GEMES diharapkan bisa tampil lebih menarik setiap tahunnya, sehingga tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi daya tarik wisata budaya yang membanggakan Kota Medan.
