Zulham Efendi Soroti Antrean BBM Bersubsidi, Minta Pengawasan Distribusi Diperketat
BHINNEKANEWS, MEDAN – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PKS, Zulham Efendi, S.Pd., M.I., menyoroti munculnya antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi. Ia meminta pemerintah bersama pihak terkait memperketat pengawasan distribusi agar penyaluran subsidi tetap tepat sasaran dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.
Menurut Zulham, dalam beberapa hari terakhir antrean kendaraan, terutama untuk pengisian Solar bersubsidi, mulai terlihat di sejumlah SPBU. Kondisi tersebut, menurutnya, perlu segera diantisipasi agar tidak berkembang menjadi persoalan yang berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.
“Beberapa hari terakhir saya melihat antrean kendaraan untuk mendapatkan BBM bersubsidi mulai meningkat, khususnya Solar. Di beberapa SPBU stok sering habis dan ketika tersedia antreannya cukup panjang,” ujar Zulham, Kamis (11/6/2026).
Ia menilai salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah perubahan harga BBM non-subsidi yang mendorong meningkatnya perhatian masyarakat terhadap BBM bersubsidi.
Karena itu, Zulham meminta pemerintah segera mengambil langkah antisipatif agar distribusi BBM bersubsidi tetap berjalan lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
“Pemerintah harus mengantisipasi kondisi ini secara serius. Jangan sampai antrean panjang maupun potensi kelangkaan BBM bersubsidi berdampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat,” katanya.
Menurutnya, BBM bersubsidi memiliki peran penting dalam mendukung sektor transportasi, usaha mikro, angkutan barang, hingga berbagai aktivitas ekonomi masyarakat. Oleh sebab itu, ketersediaan stok harus tetap terjaga.
Selain menjamin pasokan, Zulham juga meminta pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi diperkuat agar penyalurannya benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak sesuai ketentuan.
“Kami mendorong agar pengawasan distribusi BBM bersubsidi, khususnya Solar, diperketat sehingga subsidi tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berhak,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengawasan yang efektif akan membantu menjaga ketersediaan stok di SPBU sekaligus mengurangi potensi penyalahgunaan yang selama ini masih menjadi keluhan masyarakat.
Zulham berharap pemerintah pusat, pemerintah daerah, PT Pertamina, serta seluruh pemangku kepentingan dapat terus memperkuat koordinasi dalam menjaga kelancaran distribusi BBM bersubsidi.
“Dengan distribusi yang baik dan pengawasan yang optimal, masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang lebih baik di SPBU, sementara aktivitas ekonomi tetap berjalan lancar tanpa terganggu persoalan ketersediaan BBM bersubsidi,” pungkasnya.
