Menjelang Nataru, Polisi Diimbau Meningkatkan Pengamanan
Medan – Anggota Komisi I DPRD Kota Medan, Fauzi, meminta pihak kepolisian untuk meningkatkan keamanan menjelang Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru) di Kota Medan.
Pasalnya, menjelang hari besar keagamaan berbagai modus kejahatan kerap bermunculan. Mulai dari kejahatan jalanan, teror hingga beredarnya uang palsu (upal) di pasaran.
“Yang paling sering muncul itu beredarnya upal di pasaran. Hampir di setiap hari besar keagamaan kejahatan musiman itu muncul. Makanya pihak kepolisian harus meningkatkan pengawasan dan keamanan, terutama di pusat perbelanjaan,” ucap Fauzi, Rabu (3/12/2025).
Fauzi mengatakan, aksi kejahatan jalanan memang mulai menurun beberapa bulan belakangan. Namun, pihak kepolisian tidak boleh lengah mengingat aksi kejahatan bisa terjadi kapan dan dimana saja.
“Apalagi menjelang Nataru, bisa dipastikan aksi kejahatan akan meningkat, itu bisa dilihat dari tahun ke tahun. Pihak kepolisian tidak boleh kecolongan. Beri kepastian masyarakat bahwa Kota Medan aman menjelang dan setelah Nataru,” katanya.
Apalagi dalam situasi saat ini, ungkap Fauzi, pihak kepolisian diharapkan dapat meningkatkan keamanan di tengah bencana banjir yang terjadi di Kota Medan.
“Masyarakat sedang dalam kesusahan karena terdampak banjir, sangat banyak warga yang mengungsi dan meninggalkan rumahnya. Disini pihak kepolisian harus bisa memastikan keamanan bagi warga yang mengungsi. Begitu juga mengantisipasi terjadinya penjarahan. Semua pihak sedang berupaya agar Kota Medan bisa cepat pulih pasca dilanda banjir. Namun yang utama tetap keamanan masyarakat,” pesannya.
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Medan ini juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada ketika berada di pusat perbelanjaan dan fasilitas umum lainnya.
“Jika menlihat ada yang mencurigakan segera lapor pada petugas keamanan yang berjaga di lokasi. Nanti bakal ada Pos Pengamanan yang berdiri di beberapa lokasi menjelang Nataru, laporkan kesana. Begitu juga dengan di lingkungan, aktifkan Siskamling agar semua aktivitas bisa terpantau,” pungkasnya. (TN/PS)
