Ketua Komisi 4 DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak Sarankan Pemko Borongkan Pekerjaan Drainase per Kelurahan
Medan, BHINNEKANEWS — Penanganan banjir di Kota Medan dinilai harus dimulai dari tingkat lingkungan. Ketua Komisi 4 DPRD Medan Paul Mei Anton Simanjuntak mengatakan persoalan utama banjir di banyak kelurahan adalah drainase yang tersumbat sehingga air tidak mengalir dengan maksimal saat hujan deras.
Paul menyarankan agar Pemko Medan memborongkan pekerjaan pembersihan drainase di tiap kelurahan. Menurutnya, pola tersebut pernah diterapkan dan terbukti lebih efektif karena volume drainase yang harus dibersihkan cukup besar dan tidak sebanding dengan jumlah petugas P3SU yang hanya enam orang per kelurahan.
Ia menjelaskan bahwa banjir besar memang terjadi di beberapa kecamatan yang dilintasi sungai utama, namun banyak pula wilayah yang terdampak meski jauh dari sungai. Kondisi itu terjadi karena parit lingkungan sudah tumpat oleh sampah.
Paul menegaskan, petugas P3SU tetap dapat diberdayakan untuk perawatan rutin, sementara pekerjaan pembersihan besar dikerjakan melalui sistem borongan agar penanganan lebih cepat dan merata.
Ia juga menyebut penanganan banjir skala besar masih memerlukan koordinasi pemerintah pusat, Pemprov Sumut, Pemko Medan, dan Pemkab Deliserdang, termasuk menunggu selesainya proyek Lau Simeme. Meski demikian, langkah yang bisa dikerjakan Pemko dengan anggaran daerah harus segera diprioritaskan.
Dalam pembahasan R-APBD 2026 yang berlangsung November ini, Paul memastikan akan mengusulkan agar anggaran pembersihan drainase dialokasikan ke Dinas SDABMBK.
Agung, BHINNEKANEWS
